Benny Tjokro Divonis Penjara Seumur Hidup, Anggota Komisi III Minta Penelusuran Dana Nasabah Dilanjutkan

Posted on

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan memandang, vonis yang dijatuhkan Majelis hakim pada Direktur Penting PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dalam masalah korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah pas.

Karena, kecuali divonis penjara sepanjang umur, Benny dijatuhkan pidana tambahan yakni bayar uang alternatif sejumlah Rp 6,078 triliun sama Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Senin (26/10/2020).

“Berarti Majelis Hakim memandang jika arah penting dari penegakkan hukum dalam masalah ini bukanlah cuman memberi hukuman aktor tetapi kembalikan rugi negara,” kata Hinca waktu dikontak, Selasa (27/10/2020).

BACA – Sinopsis Film Patient Zero, Mencari Penawar untuk Wabah Mengerikan

Tetapi, Hinca memperingatkan supaya penegak hukum tetap meneruskan pencarian penemuan Pusat Laporan serta Riset Transaksi bisnis Keuangan (PPATK) untuk September lantas yang mengatakan ada tanda-tanda saluran uang sebesar Rp 100 triliun berkaitan masalah Jiwasraya.

Selanjutnya, Hinca menjelaskan, pertanyaan yang perlu selekasnya dijawab Kejaksaan ialah bagaimana nasib dana pelanggan.

Dia memperingatkan, nasib dana pelanggan tidak jadi terlantar sesudah keputusan pengadilan.

“Janganlah sampai terlantar serta keadilan raib dari mereka yang tahu apa-apa, tetapi kehilangan periode depannya, negara harus datang,” katanya. 

Dikabarkan sebelumnya, Direktur Penting PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, divonis penjara sepanjang umur dalam masalah korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Majelis hakim memandang Benny Tjokro dapat dibuktikan bersalah lakukan korupsi sampai bikin rugi keuangan negara sejumlah Rp 16,807 triliun. Melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Vonis Penjara seumur hidup serta denda sejumlah Rp 5 miliar subsider satu tahun penjara

Disamping itu, Benny dijatuhkan pidana tambahan yakni bayar uang alternatif sejumlah Rp 6.078.500.000.000.

Menurut majelis hakim, hal yang memperberat untuk Benny ialah lakukan korupsi dengan terorganisir secara baik hingga susah ungkap tindakannya.

Selanjutnya, majelis hakim mengutarakan. Benny memakai faksi lain dalam jumlah banyak selaku nominee serta memakai KTP palsu. Memakai perusahaan yang tidak mempunyai aktivitas untuk memuat upayanya.

Hal yang lain ialah tindakan Benny dilaksanakan dalam periode saat yang panjang serta bikin rugi negara dan nasabah Jiwasraya.

Tentang hal 4 terdakwa yang lain dalam masalah ini sudah dijatuhkan vonis penjara sepanjang umur.

Keempatnya terbagi dalam bekas Direktur Penting Jiwasraya, Hendrisman Rahim; bekas Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo; bekas Kepala Seksi Investasi serta Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan; dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Mereka dipastikan dapat dibuktikan bersalah lakukan korupsi yang bikin rugi keuangan negara sebesar Rp 16,807 triliun dalam masalah Jiwasraya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *